Melampaui Retorika Citra: Transformasi 'Boneka Kayu' ke 'Serat Optik' sebagai Fondasi Transparansi Radikal Logistik Indonesia
Abstract
Abstrak: Evolusi ekosistem digital pada tahun 2026 telah mendefinisikan ulang parameter kepercayaan
konsumen dalam industri logistik nasional. PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menghadapi tantangan
dualitas strategis antara mempertahankan identitas nilai lokal yang humanis ("Boneka Kayu") dan
mengadopsi presisi infrastruktur teknologi ("Serat Optik"). Artikel konseptual ini bertujuan untuk
mengevaluasi transformasi strategi Marketing Public Relations (MPR) JNE melalui sintesis Relationship
Management Theory (RMT) dan Situational Crisis Communication Theory (SCCT). Melalui metode tinjauan
literatur integratif dan kualitatif deskriptif, fenomena "rimba digital" dianalisis sebagai kondisi asimetri
informasi yang menuntut transparansi radikal.
Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kedaulatan reputasi di ruang siber tidak lagi dicapai melalui
dominasi belanja iklan, melainkan melalui penguatan owned media sebagai sumber otoritas informasi utama
untuk memitigasi digital firestorms. Sinkronisasi antara empati kemanusiaan dan kecepatan verifikasi digital
diidentifikasi sebagai prediktor utama dalam memenangkan kepercayaan konsumen di era post-truth. Artikel
ini merumuskan proposisi teoretis bahwa akuntabilitas radikal yang didukung oleh infrastruktur teknologi
mampu mereduksi skeptisisme publik terhadap klaim korporat. Kesimpulan penelitian menekankan
pentingnya model "Integrity-Speed Balance" dalam menjaga izin sosial perusahaan untuk beroperasi.
Implikasi manajerial diarahkan pada transformasi struktur komunikasi organisasi agar lebih otonom dan
berbasis data. Penelitian masa depan disarankan untuk menguji model ini menggunakan analisis big data
lintas platform guna memperkaya literatur manajemen reputasi digital pada pasar berkembang.
Kata kunci : Digital PR, JNE, Kepercayaan Konsumen, Akuntabilitas Radikal.









Contact Person +62 856-3636-289
Email : editor.citaconomia@gmail.com