Strategi Manajemen Krisis Brand Pinkflash Dalam Menghadapi Penarikan Produk Oleh Bpom Tahun 2024/2025
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen krisis yang dilakukan oleh brand Pinkflash dalam menghadapi penarikan produk kosmetik oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada tahun 2024–2025. Kasus tersebut muncul setelah ditemukannya kandungan bahan berbahaya pada produk eyeshadow Pinkflash yang menimbulkan kekhawatiran publik serta berdampak pada reputasi brand dan kepercayaan konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi dari berbagai sumber sekunder seperti berita online, artikel ilmiah, laporan resmi, dan media sosial. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan pendekatan Situational Crisis Communication Theory (SCCT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pinkflash menerapkan berbagai strategi manajemen krisis seperti penghentian distribusi produk, penarikan produk (product recall), penyampaian klarifikasi kepada publik, serta kerja sama dengan BPOM sebagai bentuk corrective action dan rebuilding strategy. Strategi tersebut dinilai membantu perusahaan dalam mengurangi dampak negatif krisis dan menjaga reputasi brand. Namun, penyebaran opini negatif melalui media sosial tetap memengaruhi persepsi publik terhadap keamanan produk Pinkflash. Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan transparansi komunikasi, pengawasan kualitas produk, serta konsistensi dalam membangun kembali kepercayaan konsumen.









Contact Person +62 856-3636-289
Email : editor.citaconomia@gmail.com