Peran Media Relations Dalam Manajemen Krisis Reputasi Akibat Cancel Culture Di Media Sosial

  • Inayah Najwa Nur Jannah Universitas Slamet Riyadi Surakarta
  • Brenda Ratulia Putri Primayandi Universitas Slamet Riyadi Surakarta
  • Akbar Nagar Universitas Slamet Riyadi Surakarta
  • Naufal Athiya Primananda Universitas Slamet Riyadi Surakarta
Keywords: Media Relations, Cancel Culture, Manajemen Krisis, Reputasi, Media Sosial

Abstract

Fenomena cancel culture yang berkembang pesat di media sosial telah menjadi salah satu penyebab utama krisis reputasi bagi individu, merek, dan organisasi pada era digital. Artikel ini bertujuan mengkaji peran strategis media relations dalam manajemen krisis reputasi yang dipicu oleh cancel culture di platform media sosial. Dengan menggunakan metode studi literatur sistematis dan analisis konten terhadap berbagai kasus empiris, penelitian ini menemukan bahwa media relations yang responsif, transparan, dan terkoordinasi secara proaktif mampu meredam eskalasi krisis reputasi secara signifikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa organisasi yang mengintegrasikan strategi media relations—meliputi klarifikasi cepat, komunikasi pesan yang konsisten, dan kolaborasi dengan media digital—berhasil memperpendek durasi krisis dan memulihkan kepercayaan publik lebih efektif dibandingkan organisasi yang bereaksi secara reaktif. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesiapan protokol komunikasi krisis dan pemantauan media sosial secara berkelanjutan sebagai bagian integral dari manajemen reputasi modern.

Published
2026-06-27
How to Cite
Wulandari, I. N. N. J., Brenda Ratulia Putri Primayandi, Akbar Nagar, & Naufal Athiya Primananda. (2026). Peran Media Relations Dalam Manajemen Krisis Reputasi Akibat Cancel Culture Di Media Sosial. CITACONOMIA : Economic and Business Studies, 5(02), 727-736. https://doi.org/10.63922/citaconomia.v5i02.4699