Synchronization of SDGs, RAPPP, and RPJMD Indicators Based on GEDSI (Mapping of Inclusive Development Planning Gaps in West Papua and Southwest Papua)
Abstract
Synchronization of development planning documents is a crucial prerequisite for ensuring the effective implementation of the SDGs/SDGs in the regions. However, the harmonization of indicators between the RAD TPB/SDGs, the 2025–2029 RAPPP, and the 2025–2029 RPJMD in West Papua and Southwest Papua still faces various challenges, particularly in mainstreaming GEDSI. This article aims to map the intersection of indicators across planning documents, evaluate the level of GEDSI integration, and formulate strategic recommendations for strengthening inclusive development planning. The study uses a descriptive-qualitative approach through document analysis, indicator mapping, and tagging techniques for GEDSI responsiveness across four development pillars: social, economic, environmental, and legal and governance. The study results indicate that synchronization of development indicators has begun to form across all pillars, but the level of harmonization is still partial. GEDSI integration is relatively better in the social pillar, while the economic, environmental, and legal and governance pillars still show a low level of responsiveness. The limited availability of disaggregated data based on gender, age, disability status, and indigenous peoples (OAP) is a major obstacle to mainstreaming inclusive development. Therefore, it is necessary to strengthen the disaggregated data system, reformulate regional performance indicators responsive to GEDSI, and integrate the indicator synchronization matrix into the RPJMD. The findings of this study contribute to accelerating the achievement of SDGs 5 through strengthening gender-responsive indicators, SDG 10 through increasing the inclusion of vulnerable groups in development, SDG 16 through strengthening participatory and accountable development governance, and SDG 17 through indicator synchronization and strengthening an integrated development data system.
References
Aslan, M., Nurwahyuningsih, N., & Arisandi, J. (2024). Intervensi Kesehatan pada Komunitas Miskin Efektivitas Program dan Kebijakan Berdasarkan Literatur. Jurnal Ilmiah Detubuya, 1(4), 335-352
Bappeda Provinsi Papua Barat. (2024). Rencana Aksi Daerah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Provinsi Papua Barat Tahun 2023–2026.
Baperida Provinsi Papua Barat Daya. (2024). Rencana Aksi Daerah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2024–2026.
Far, R. A. F. (2022). Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) sebagai Sistem Komunikasi dalam Pembangunan Nasional. Jurnal Ilmu Komunikasi (JKMS), 11(1), 57-76.
H Hermanto Suaib, M. M. (2017). Suku Moi: Nilai-Nilai Kearifan Lokal dan Modal Sosial dalam Pemberdayaan Masyarakat. An1mage
Irawati, E. (2021). Modul PKN Tingkat II: Membuat policy brief yang efektif. Lembaga Administrasi Negara.
Kementerian PPN/Bappenas. (2023). Laporan pelaksanaan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) tahun 2023. Kedeputian Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Mahroza, D. (2023). Model Pembangunan Demokrasi di Tingkat Akar Rumput (Studi peran JRMK dalam Pembangunan Kampung Kota di Jakarta tahun 2017-2022). Ilmu dan Budaya, 44(1), 59-70.
Mardiyanto, I. (2023). Membangun Masyarakat Yang Berkeadilan Melalui Pendidikan Inklusi Tanpa Diskriminasi Sistemik.
Merdiani, W., & Ruslina, E. (2025). Peran Hukum dalam Peningkatan Kesejahteraan melalui Ekonomi Berbasis Keadilan: Role of Law in Enhancing Welfare through a Justice-Based Economy. Res Nullius Law Journal, 7(1), 63-72.
Pemerintah Provinsi Papua Barat. (2024). Rancangan Akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Papua Barat Tahun 2025–2029.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. (2024). Rancangan Akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2025–2029.
Program USAID Kolaborasi. (2024). Laporan akhir: Peta irisan indikator perencanaan pembangunan daerah (RAD TPB, RPJMD, RAPPP, dan GEDSI) di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Wahana Visi Indonesia, INFID, & Kitong Bisa Foundation.
Republik Indonesia. (2021). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.
Republik Indonesia. (2022). Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Republik Indonesia. (2025). Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2025 tentang Penetapan Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua (RAPPP) Tahun 2025–2029.
Rimbawan, I. P. D., & Nurhaeni, A. (2023). Gender equality, disability and social inclusion approach to disaster management policy: The case of the Bali disaster response authority. Jurnal Ilmu Sosial dan, 13(2), 169-192.
Sugandi, Y. (2008). Analisis Konflik dan Rekomendasi Kebijakan mengenai Papua. Friedrich-Ebert-Stiftung
Wahab, S. A. (2021). Analisis Kebijakan: dari Formulasi ke Penyusunan Model-Model Implementasi Kebijakan Publik. Bumi Aksara.





.png)















Contact Person +6282139474255
Email : ijebir@citakonsultindo.or.id / editor.ijebir@gmail.com