PATCHOULI BRICKS:A Green Energy Innovation From Waste For Sustainable And Eco-Friendly Agriculture
Abstract
This study aims to investigate the process of utilizing patchouli waste as a raw material for briquette production and to assess the potential of patchouli waste as an environmentally friendly alternative energy source. The study was conducted from March to July 2026 at the Faculty of Agriculture, Halu Oleo University, specifically in the front yard of the Agribusiness Department Student Association Secretariat. This study is an applied research project using a descriptive approach. Primary data were obtained directly from the patchouli briquette production process, while secondary data were obtained through a literature review. Data collection techniques included observation, documentation, and a literature review. Data analysis was conducted descriptively by examining the potential of patchouli waste, the briquette production process, moisture content, and yield. The results showed that waste from patchouli distillation can be utilized to produce briquettes through the following stages: waste collection, preparation of materials and equipment, drying, carbonization, charcoal grinding, mixing with tapioca flour as a binder, molding, and final drying. In a single mixing process, 0.5 kg of patchouli waste charcoal powder, 0.08 kg of tapioca flour, and 0.4 liters of water were used, yielding 0.748 kg of dry briquettes. The resulting briquettes were solid in form, black in color, and sufficiently strong. Test results showed a briquette moisture content of 10.52% and a yield of 9.35%. These results indicate that patchouli distillation waste has the potential to be utilized as a raw material for alternative energy through briquette production and can provide added value through the more productive and environmentally friendly use of agricultural byproducts
References
Ginting, Z., Faisal, F., Bahri, S., Zulnazri, Z., Sulhatun, S., & Pujana, M. P. (2023). Pemanfaatan produk samping dari proses pirolisis pada limbah padat hasil penyulingan minyak nilam untuk pembuatan briket bioarang. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 12(1), 112–121.
Hambali, E., Mujdalipah, S., Tambunan, A. H., Pattiwiri, A. W., & Hendroko, R. (2007). Teknologi Bioenergi. Jakarta: Agromedia Pustaka.
Hardiansyah, G., Sujana, I., & Anggela, P. (2023). Kajian aspek teknis dan finansial usaha arang briket biomassa skala rumah tangga berbahan baku limbah buah pinang dan tempurung kelapa. Jurnal Hutan Lestari, 11(2), 335–345.
Kholifah, L. S. Potensi limbah penyulingan minyak atsiri biji pala dan gagang cengkeh sebagai bahan baku biobriket.
Malika, U. E., & Adiwijaya, J. C. (2016). Pemanfaatan limbah penyulingan minyak nilam sebagai bahan baku pembuatan briket. In Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (pp. 144–147).
Maryono, & Rahmawati. (2013). Pembuatan dan analisis mutu briket arang tempurung kelapa ditinjau dari kadar kanji. Jurnal Chemica, 14(1), 74–83.
Muzakky, A., Maulana, F. A., Rizqi, M. U. N., Rizqy, M. I., & Khairil, A. S. (2025). Arang briket: Alternatif energi yang ramah lingkungan. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen, 3(2), 352–355.
Patel, R. (2022). Bioenergy production from agricultural waste: Potential and challenges. Journal of Bioenergy.
Primadanty, R. P. (2023). Potensi biomassa dalam transisi energi di Indonesia. Parahyangan Economic Development Review, 2(2), 136–143.
Putra, B. S., & Hidayat, A. A. (2022). Briket dari cangkang kelapa sawit menggunakan perekat daun belimbing wuluh. J-TETA (Jurnal Teknik Terapan), 1(1), 1–6.
Rachma, A. M., & Supriyo, E. (2022). Pembuatan briket arang dari kombinasi bonggol jagung dan tempurung kelapa dengan polyvinyl acetate (PVAc) sebagai perekat. Metana, 18(2), 93–98.
Riwayati, I., & MS, S. (2010). Pemanfaatan limbah penyulingan daun nilam sebagai bahan bakar alternatif melalui pembuatan briket. Momentum, 6(2), 1–4.
Rudiyantoa, B., Agustinaa, I. R., Ulmaa, Z., Prasetyoa, D. A., Hijiriawanb, M., Piluhartoc, B., & Prasetyod, T. (2023). Utilization of cassava peel (Manihot utilissima) waste as an adhesive in the manufacture of coconut shell (Cocos nucifera) charcoal briquettes. Cellulose, 5, 14–15.
Santika, S., Ginting, Z., Sulhatun, S., Nurlaila, R., & Masrullita. (2023). Pembuatan briket bioarang dari limbah padat hasil penyulingan minyak nilam terhadap berat bahan baku dan temperatur pirolisis dengan metode pirolisis. Chemical Engineering Journal Storage (CEJS).
Setiani, V., Setiawan, A., Dhani, M. R., & Maulidya, R. D. (2019). Analisis proximate briket tempurung kelapa dan ampas tebu. Jurnal Presipitasi: Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan, 16(2), 91–96.
Setiawan, T. A., Puspitorini, P. S., & Wahyudi, R. Optimasi limbah produk pertanian menjadi biobriket menggunakan strategi Business Model Canvas (BMC). Jurnal Produktiva.
Setyanto, N. W., Riawati, L., Lukodono, R. P., & Ardianwilianri, R. (2016). Penentuan setting level optimal untuk pembuatan briket berbahan baku limbah daun penyulingan nilam. JEMIS (Journal of Engineering & Management in Industrial System), 4(2), 166–174.
Sugiarto, S., & Sulistyo, E. (2010). Ampas penyulingan nilam sebagai bahan bakar alternatif pada proses produksi minyak nilam. Jurnal Rekayasa Mesin, 1(2), 27–34.
Suryaningsih, S., & Otong Nurhilal, R. (2019). Pembuatan briket dari sampah pertanian sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat desa. JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika), 3(1), 51–56.
Sutisna, N. A. (2021). Optimalisasi pemanfaatan sekam padi menjadi briket arang sekam untuk menambah pendapatan petani di Desa Sukamaju, Jawa Barat. Agro Bali: Agricultural Journal.
Wilda, S., Umam, H. I., & Pambudi, T. (2024). Optimalisasi pemanfaatan limbah sekam padi sebagai bahan briket melalui kegiatan workshop dan analisis nilai ekonominya. Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 291–300.




.png)











Contact Person +6282139474255
Email : ijeterjournal@gmail.com