Comparative Analysis of Lowland Rice Farmers’ Income between Users and Non-Users of the People's Business Credit (KUR) in Pondidaha District, Konawe Regency
Abstract
This study aims to: (1) determine the income generated from lowland rice farming in Ponidaha District, Konawe Regency, and (2) analyze the differences in income between rice farmers who use People's Business Credit (Kredit Usaha Rakyat/KUR) and those who do not in Ponidaha District, Konawe Regency.The research was conducted in Ponidaha District, Konawe Regency, involving a total sample of 81 respondents, consisting of 21 KUR beneficiary farmers and 60 non-KUR farmers. The data were analyzed using farm income analysis and the Independent Samples t-Test to examine differences in the average income between KUR users and non-users. Farm income was calculated as the difference between total revenue and total production costs. The results indicate a statistically significant difference in income between lowland rice farmers who use KUR and those who do not in Ponidaha District, Konawe Regency. This difference suggests that access to KUR financing enhances farmers' ability to obtain working capital and production inputs, thereby improving farm productivity and increasing both revenue and overall farm income
References
Ayal, R. S. E., Girsang, W., & Siwalette, J. D. (2024). Pengaruh Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap produktivitas dan pendapatan padi sawah. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 4(6), 1910–1924.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Statistik Pertanian Indonesia 2023. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Herliani, R., Sujaya, D. H., & Pardani, C. (2017). Analisis usahatani padi sawah (Suatu kasus di Desa Karyamukti Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, 4(1), 1–7.
Kasmir. (2001). Bank dan lembaga keuangan lainnya. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Kelbo, R., Timisela, N. R., & Kembauw, E. (2024). Pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk peningkatan pendapatan petani padi sawah. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal, 12(1), 854–864.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. (2020). Perubahan Kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tahun 2020. Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Mamoto, H. R., Ruauw, E., & Katiandagho, T. M. (2021). Analisis kemampuan pemanfaatan modal usahatani kacang tanah di Desa Tombasian Atas Kabupaten Minahasa menggunakan rasio Net Profit Margin dan Return on Investment. Journal of Agribusiness Rural Development, 3(2), 206–219.
Panekenan, D., Rumagit, G. A. J., & Pangemanan, P. A. (2017). Peran kredit perbankan pada sektor pertanian di Provinsi Sulawesi Utara. Agri-SosioEkonomi, 13(1A), 183–194.
Puspitaningsih, O. S., Utami, B. W., & Wijianto, A. (2016). Partisipasi kelompok tani dalam mendukung program-program pertanian berkelanjutan di Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen (Studi komparasi kelompok tani kelas lanjut dan pemula). Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture, 31(2), 79–85. https://doi.org/10.20961/carakatani.v31i2.11950
Saediman, H., Indarsyih, Y., & Abadi, M. (2019). Status pembiayaan pertanian pada sistem agribisnis padi sawah di Kabupaten Konawe dan Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Buletin Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, 21(2), 79–85.
Santoso, S. (2014). Panduan lengkap SPSS versi 20 edisi revisi. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Soekartawi. (2002). Analisis usahatani. Jakarta: UI-Press.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suratiyah, K. (2015). Ilmu usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya.
Tahir, M., Murdiyati, S., & Arwati, S. (2017). Dampak keanggotaan kelompok lumbung pangan masyarakat terhadap pendapatan usahatani padi di Kabupaten Takalar. Agric, 29(1), 69–76.




.png)











Contact Person +6282139474255
Email : ijeterjournal@gmail.com