Human Trafficking in Conflict Areas: Social Intelligence Analysis of Indonesian CItizens in Myanmar and Cambodia

  • Devi Afithasari Indonesia Defense University, Indonesia
  • Pujo Widodo Indonesia Defense University, Indonesia
  • Kusuma Indonesia Defense University, Indonesia
  • Rachmat Setiawibawa Indonesia Defense University, Indonesia
  • Arifuddin Uksan Indonesia Defense University, Indonesia
Keywords: Human trafficking, social intelligence, social disaster, early detection, conflict

Abstract

The increasing trend of human trafficking crimes involving Indonesian citizens (WNI) in Southeast Asia, particularly in Myanmar and Cambodia, reveals an increasingly complex and organized form of transnational crime. Many TPPO operations now occur in conflict zones such as Myawaddy, Myanmar, which has become a hub for global digital crime networks. This article
examines TPPO as a form of man-made social disaster as defined by Law Number 24 of 2007
concerning Disaster Management. The study focuses on analyzing the role of social intelligence in the stages of early detection, early warning, forecasting, and problem solving to en ly prevent
and address cross-border human trafficking. This research employs a descriptive qualitative
approach, drawing on secondary data from government documents, international organization
reports, and media coverage between 2020 and 2025. The findings reveal weaknesses in
Indonesia’s social intelligence system, including poor early detection mechanisms, the absence of integrated early warning systems, limited predictive capabilities, and a reactive response pattern. Fragmented data, lack of inter-agency coordination, and limited community involvement exacerbate these gaps. Therefore, a more integrated, preventive, and community-based social intelligence system is urgently needed as part of the national strategy to address TPPO as a crossborder threat and a contemporary social disaster.

References

Antaranews.com. (2025). Menteri P2MI: Perlu pola baru deteksi dini PMI ilegal di Batam. https://www.antaranews.com/berita/4792385/menteri-p2mi-perlu-pola-baru-deteksi-dini-pmi-ilegal-di-batam
Asari, A. A. (2024). Peran Aparatur Intelijen Keimigrasian dalam Pencegahan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia di Bandara Internasional Soekarno Hatta Tahun 2023. Universitas Indonesia.
BNPB. (2025). Rencana Nasional Penanggulangan Bencana Sosial dan Ancaman Nontradisional. (Vol. 11, Issue 1).
Cnnindonesia. (2025). 1.235 WNI Jadi Korban Perdagangan Orang di ASEAN, Tertinggi di Myanmar. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20250429052304-92-1223687/1235-wni-jadi-korban-perdagangan-orang-di-asean-tertinggi-di-myanmar
Indarto, I. (2023). Peran International Organization for Migration (Iom) Thailand Dalam Menangani Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang Di Perbatasan Thailand-Myanmar Tahun 2022. TRANSBORDERS: International Relations Journal, 6(2), 23–36. https://doi.org/10.23969/transborders.v6i2.10356
Kemenkopmk. (2025). Penguatan Data dan Inovasi dalam Penanganan Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). https://www.kemenkopmk.go.id/penguatan-data-dan-inovasi-dalam-penanganan-korban-tindak-pidana-perdagangan-orang-tppo
Kemensetneg, H. (2025). Pemerintah Pulangkan 554 WNI Korban TPPO di Myanmar. https://www.setneg.go.id/baca/index/pemerintah_pulangkan_554_wni_korban_tppo_di_myanmar
Naitboho, P. A., Leo, R. P., & Manafe, D. R. C. (2025). Analisis Kriminologis Terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang. Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial Dan Politik, 2(1).
Planasari, S. (2025, April 25). KBRI Phnom Penh Tangani Ribuan WNI Terjerat Penipuan Online di Kamboja. Tempo.Co. https://www.tempo.co/internasional/kbri-phnom-penh-tangani-ribuan-wni-terjerat-penipuan-online-di-kamboja-1237749
Putra, I. K. O. D. (2022). Peran Komunitas Intelijen Daerah Dalam Mendeteksi Ancaman Pelaku Penyelundupan Manusia Yang Terorganisasi Di Batam. In Universitas Indonesia (Issue September). Universitas Indonneisa.
Qolby, A. A., Imigrasi, P., Manalu, A., Imigrasi, P., Pratama, A. M., Imigrasi, P., Nasional, B., Perbatasan, P., Orang, P., Terorganisasi, K., & Negara, L. (2025). Strategi Konstruktif dalam Mencegah dan Mendeteksi Secara Dinni Tindak Pidana Perdagangan Orang di Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia. Journal of Law and Border Protectionn, 7(1), 1–18.
Sayuti, A. L. (2024). Peran Intelijen dalam Menangani Human Trafficking Sebagai Kejahatan Lintas Batas Pada Kasus Scamminng Job Seeker Tahun 2022 di Myanmar. Universitas Indonesia.
Silalahi, R. S. G. (2020). Penguatan Sistem Border Control Management dalam Rangka Pengawasan Terhadap Orang Asing Yang Telah Ditolak Masuk Ke Indonesia. TEMATICS | Technology Management and Informatics Research Journals, 3(2), 83–98.
Wardah, F. (2024). Puluhan WNI Diduga Disiksa di Myanmar, Kemlu Koordinasi Upaya Penyelamatan. Voaindonesia.Com. https://www.voaindonesia.com/a/puluhan-wni-diduga-disiksa-di-myanmar-kemlu-koordinasi-upaya-penyelamatan/7778062.html
Yanggolo, M., Waha, C. J. J., & Paseki, D. J. (2025). Analisis Hukum Terhadap Implementasi Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang Di Kamboja. Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial Dan Politik, 2(April). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/administratum/article/view/55718%0Ahttps://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/administratum/article/download/55718/46477
Published
2025-10-23
How to Cite
Afithasari, D., Widodo, P., Kusuma, Setiawibawa, R., & Uksan, A. (2025). Human Trafficking in Conflict Areas: Social Intelligence Analysis of Indonesian CItizens in Myanmar and Cambodia. International Journal of Education, Vocational and Social Science , 4(04), 544-557. https://doi.org/10.63922/ijevss.v4i04.2397